HASTRY
Dokter Forensik
Teliti, tenang, tajam. Seorang single mom yang kasus-kasus berat perlahan membangunkan kepekaan batin yang nyaris supranatural. Ia bisa "mendengar" bisikan dari tubuh mati melalui luka, visi, dan firasat.
Tak ada tubuh yang terkubur
tanpa membawa kebenaran.
Ketika tubuh berbicara, hanya yang berani mendengar yang tahu kebenarannya.
AUTOPSY
Dead Body Can Talk
"Fakta sebagai pondasi, intuisi sebagai kompas."
HASTRY, seorang dokter forensik perempuan yang teliti dan tajam, tak pernah menyangka bahwa tubuh mati yang ia otopsi akan benar-benar bicara. Kasus mutilasi brutal membangunkan kepekaan batinnya — dan dari situlah tiga kasus yang mengungkap kebenaran tak pernah terungkap mulai terbuka.
Tiga kasus. Tiga kebenaran. Satu dokter forensik yang harus memilih antara mengabaikan bisikan atau menjadi suara mereka yang terkubur.
Judul
AUTOPSY: Dead Body Can Talk
Genre
Thriller Forensik, Drama, Misteri
Rilis
2026
Produksi
RAPI Films
Diinspirasi dari
Kisah nyata Dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F., DFM
Dokter forensik perempuan pertama di Asia Tenggara
Setiap karakter membawa fragmen kebenaran. Klik kartu untuk membaca lebih dalam.
Dokter Forensik
Teliti, tenang, tajam. Seorang single mom yang kasus-kasus berat perlahan membangunkan kepekaan batin yang nyaris supranatural. Ia bisa "mendengar" bisikan dari tubuh mati melalui luka, visi, dan firasat.
Asisten Setia
Keteguhan ala prajurit, kelakar yang menyejukkan. Mojo adalah tangan kanan Hastry di ruang otopsi — selalu ada, selalu sigap, selalu bisa diandalkan di saat-saat paling gelap.
Dokumenter
Gemetar tapi setia. Yatna merekam setiap momen — dari ekspresi Hastry saat otopsi, hingga bukti-bukti yang bicara lebih keras dari kesaksian.
Penyidik Polisi
Skeptis, menuntut bukti bukan bisikan. Rendra percaya pada data, sidik jari, dan kronologi. Tapi justru dialah yang akhirnya belajar bahwa tidak semua kebenaran datang dari laboratorium.
Sahabat Lama
Salah satu dari tiga sahabat lama Hastry. Warji membawa jawaban yang tidak bisa dicari di laboratorium — yang hanya bisa ditemukan dari leluhur, tanah, dan waktu.
Rekan Dokter
Rekan sejawat Hastry yang berdiri di garis depan profesi yang sama. Choii adalah cermin dari apa yang akan terjadi jika Hastry memilih jalur yang lebih aman.
Jasad perempuan tanpa identitas. Mutilasi brutal yang bukan sekadar pembunuhan — ada sesuatu yang lain di sana, pola yang nyaris ritual, kode yang hanya bisa dibaca oleh mata yang terlatih.
Kasus ini menguji keahlian Hastry DAN membangkitkan "kemampuan"-nya. Sejak saat itu, ia mulai bisa melihat dan merasakan apa yang tak terlihat.
"Tubuh-tubuh yang ia otopsi, suatu hari akan benar-benar bicara.
Remaja perempuan, dugaan kuat dibunuh pacarnya — ALDI. Bukti-bukti dan pengakuan PAK YONO (ayah Dara) menggiring opini ke satu arah.
Saat Hastry membuka tubuh Dara, kebenaran justru mengarah ke rumah Dara sendiri — mengarah pada mereka yang paling dekat.
"Yang terlihat bukanlah kebenaran. Yang terdiam, seringkali paling ingin bicara.
Ekshumasi ibu dan anak yang sudah lama dikubur. Mereka sudah di bawah tanah, tapi tubuh mereka masih menyimpan cerita. Setiap tulang, setiap rongga tengkorak, adalah saksi bisu.
Hastry membaca sisa ketakutan, kemarahan, dan PESAN TERAKHIR YANG TAK PERNAH TERSAMPAIKAN. Di sinilah ia menyatukan sains dan intuisi — kebenaran terurai, akhirnya.
"Intuisi bukan lawan ilmu. Intuisi adalah bagian dari alat bedah.
Dokter Forensik Perempuan Pertama di Asia Tenggara
Foto: Portrait Resmi
Lahir
Jakarta, 23 Agustus 1970
Jabatan
Pati Polri — Brigadir Jenderal Polisi
Brigjen. Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F., DFM adalah dokter forensik yang kariernya melintasi batas-batas yang tak terbayangkan — dari ruang otopsi rumah sakit Polri hingga podium internasional.
Ia membentuk Forensik Klinik (Forklin) untuk melindungi korban kekerasan seksual perempuan dan anak — sebuah layanan yang tidak hanya menyembuhkan secara medis, tetapi juga memulihkan martabat dan suara mereka yang selama ini tidak terdengar.
Kisah dan kariernya menjadi dasar spiritual film ini. AUTOPSY: Dead Body Can Talk adalah penghormatan untuk mereka yang mendedikasikan hidup demi memastikan tak ada korban yang terkubur tanpa kebenaran.
Pencapaian
"Saya tidak pernah melihat mereka sebagai mayat. Saya melihat mereka sebagai manusia yang masih punya cerita yang harus disampaikan."
Film ini terinspirasi dari karier dan dedikasi beliau. Segala karakter, kasus, dan peristiwa dalam film adalah fiksi yang diciptakan untuk menghormati profesi forensik klinis.
Hanya tubuh yang bicara. Dan kita yang harus belajar mendengar — meski yang kita dengar tidak ingin kita dengar.
Tulang selangka yang retak menyimpan pelukan terakhir. Goresan di jari manis menyimpan cincin yang sudah lama dilepas. Setiap tubuh adalah buku yang terbuka — saya hanya belajar membaca yang tidak ingin dibaca.
Pisau bedah tidak berbohong. Tapi juga tidak berteriak. Luka yang saya temukan sering kali malu — luka yang menyesal, luka yang ingin dilupakan sebelum sempat diakui. Tugas saya bukan menghakimi. Tugas saya mendengar.
Di luar Ruang B, ada keluarga yang tidak bisa tidur. Ada nama yang disebut setiap malam. Ada tangan yang menggenggam foto dan bertanya — kenapa. Saya datang setiap pagi bukan untuk menjawab semua. Tapi untuk memastikan, setidaknya, satu suara tidak terkubur.
Mereka tidak memilih datang ke Ruang B. Mereka hanya memilih — agar kisahnya tidak ikut terkubur.
Klik untuk memutar · 2026